Minggu, 27 September 2009

PENULIS DUNIA YANG PERNAH DITOLAK KARYANYA...

Berikut daftar penulis yang pernah ditolak penerbitnya menurut Umberto Eco
(Author The Name of The Rose)

1.Marcel Proust

Penerbit Ollendorfft menolak karya Proust berjudul "Pencarian Waktu yang
Terbuang".

2.Melville

Karyanya berjudul:"Moby Dick", tahun 1851 ditolak penerbit dengan
pertimbangan:"Kami tak yakin, kalau karya Anda mampu memasuki pasar buku di
kalangan anak muda. Disamping terlalu panjang, kuno dan tak akan terkenal."

3. Gustave Flaubert

Naskahnya "Madame Bovary" tahun 1856 dikembalikan oleh penerbit dengan
ucapan:"Novel Anda telah tertimbun banyak detil. Penggambarannya sudah
bagus, tapi banyak yang tak berguna."

4.Emiliy Dickinson

Sajaknya pertama tahun 1862 ditolak penerbit dengan perkataan:"Menyangsikan,
sajaknya semua salah."

5.Collete

Karyanya berjudul "Claudine di Sekolah," tahun 1900 ditolak dengan ucapan:
"Tak ada 10 buku yang laku."

6.Henry James

Karyanya berjudul "Sumber Mata Air Suci," tahun 1901 dikatakan oleh
penerbit:"Novel ini membuat stress,.tak bisa dibaca!"

7.Max Beerbohm

Karyanya berjudul "Zuleika Dobson," tahun 1911 disebut penerbit:"Kami pikir,
kami tak tertarik. Penulisnya mengagungkan diri sendiri. Dari segi kwalitas
sastra tak mencukupi."

8.Ezra Pound

Karyanya berjudul "Portrait dùne femme," tahun 1992 ditolak penerbit dengan
alasan:"Baris pertama kebanyakan r dan s."

9.James Joyce

Karyanya berjudul "Potret seniman sebagai anak muda,"tahun 1916 ditolak
penerbit: Akhir cerita ini semua berantakan, pola penulisannya seperti
meledak-ledak dalam kepingan yang lembab dan basah."

10.F.Scott Fitzgerald

Karyanya berjudul "Surga di Dunia," tahun 1920 dikatakan: "Ceritanya tak
mencapai kesimpulan, baik profesinya maupun sifat tokoh-tokohnya, tiba-tiba
berakhir."

11.William Faulkner

Karyanya berjudul "Tempat Suaka." Tahun 1931 ditolak dengan alasan: "Tuhan
yang baik, aku tak bisa menerbitkannya. Kita berdua bisa meringkuk di
penjara."

12. George Orwell

Karyanya berjudul "The Animal Farm," tahun 1945 dikatakan: "Cerita fabel di
USA tak laku."

13.Beckettt

Karyanya berjudul "Molly," tahun 1951 dikatakan: "Tak pernah dalam pemikiran
untuk menerbitkan. Seleranya jelek, pembaca USA tak suka selera jelek dari
penulis Avantgarde Perancis"

14.Anne Frank

Karyanya berupa "Buku Harian," tahun 1952 ditolak dengan ucapan: "Gadis ini
aku anggap tak punya persepsi dan kedalaman perasaan. Buku itu tampak aneh."

15.William Golding

Karyanya berjudul "Tuan yang Terbang," tahun 1954 ditolak dan
dikatakan:"Kesan kami, karya Anda tak akan memberikan harapan dan akan bisa
berhasil."

16.Nabakov

Karyanya "Lolita," tahun 1955 ditolak dengan ucapan: "Seharusnya yang
menulis itu seorang Psikoanalytiker. Ini buku yang terlalu rinci sekaligus
membosankan. Aku sarankan agar ditindih batu saja selama seribu tahun."

17.Malcolm Lowry

Karyanya berjudul "Di Bawah Gunung Api," tahun 1947 ditolak dengan
perkataan:"Karya masa silam yang membosankan dan tak meyakinkan. Buku ini
isinya terlalu panjang."

18.Joseph Heller

Karyanya dengan judul "Catch-22," tahun 1961 ditolak dengan ucapan:"Aku
benar-benar tak paham, apa yang harus dikatakan. Di situ disebutkan ada
sekelompok perwira Amerika di Itali. Anehnya perwira itu tidur dengan
istrinya sendiri dan prostitusi Itali. Mereka gemerisik dan bicara konyol.
Penulisnya ingin bicara satir, tapi benar-benar konyol dan tak memenuhi
kwalitas intelektual. Dia punya dua trik dan keduanya jelek. Dia inginnya
terus lancar cerita, tapi membosankan."

19.H.G.Well

Karyanya dengan judul "Mesin Waktu," tahun 1895 ditolak dengan alasan:
"Tidak menarik, cukup untuk pembaca umum, tapi bukan untuk pembaca berilmu."

Karyanya yang lain berjudul "Perang dan Dunia," tahun 1898 disebutkan:
"Sebuah mimpi buruk yang tak berakhir. Aku pikir tak berguna. Orang akan
bilang; Ya Allah, jangan baca buku seram begini."

20.Pearl.S.Buck

Dalam karyanya "Bumi yang Indah," tahun 1931 ditolak dengan sindiran: "Maaf,
pembaca Amerika tak tertarik kebijakan dari Cina."

21.John Le Carre

Karyanya berjudul "Spion dari Musim Dingin Datang," tahun 1963 dikatakan:
"Kami memberi dia kartu jalan. Tapi Le Carre tak punya harapan

Selasa, 22 September 2009

"10 KRITERIA ORANG DILARANG MENULIS"...

Setidaknya ada 10 alat indicator dari penulis, yang disebut dengan nada agak sedikit keras sebagai “10 Kriteria Orang Dilarang Jadi Penulis” (penulis disini yang dimaksud adalah yang ‘dijadikan sebagai profesi’), yang mungkin bisa anda gunakan untuk mereflaksikan diri.
Adapun kriteria itu meliputi:

1. Tidak bisa menulis (buta huruf)

Bagi anda yang tidak bisa menulis dalam artian memang buta huruf. Anda adalah termasuk dari orang yang dilarang untuk berprofesi sebagai penulis. Ya, karena tentunya anda akan mengalami proses yang sangat panjang sekali selama hidup untuk merealisasikan keinginan itu. Dan alangkah baiknya jika anda mencari kelebihan lain yang sudah anda miliki untuk dikembangkan secara maksimal. Dari pada anda memulai dari nol, bahkan minus, dalam mengejar profesi untuk menjadi seorang penulis.

Ini bukan berarti melarang anda untuk belajar menulis. Dan bukan menentang program pemerintah untuk memberantas buta huruf. Tidak dilarang anda untuk menulis, atau belajar menulis. Yang dilarang adalah jika anda masih nekad tetap mengejar untuk jadi penulis.

Hargailah kelebihan lain anda yang diberikan oleh Tuhan. Jangan sia-siakan itu! Pertimbangkan umur, waktu, orang-orang yang menunggu kesuksesan anda! Sebelum anda memilih sebuah profesi yang cocok!

2. Tidak bisa membaca (buta huruf)
Membaca adalah senjata penting dalam berkarier untuk menjadi seorang penulis. Sama halnya menulis. Jika anda buta huruf tidak bisa membaca. Berarti anda termasuk juga dari bagain orang yang berkriteria dilarang untuk menjadi seorang penulis.

Tetap belajarlah membaca, dan lihat potensi lain yang telah anda miliki. Lalu kembangkan potensi lain itu secara maksimal. Itu lebih realistis untuk mewujudkan kesuksesan anda dibidang itu ketimbang keras kepala untuk mengejar berprofesi menjadi seorang penulis.

3. Tidak mau menulis
Jangan berharap akan menjadi seorang penulis jika anda tidak mau menulis. Anda sedang bermimpi. Bangunlah dari mimpi itu. Lihat kenyataan, dan sadarlah. Bahwa selama ini anda tertipu dengan keinginan yang tidak realistis memenuhi benak anda.

Kejarlah mimpi yang realistis yang akan membuat anda sukses. Gali potensi yang ada di bidang lain yang telah anda miliki. Itu lebih realis. Dan tidak akan membuat anda semakin strees menunggu untuk menjadi seorang penulis tanpa menulis! Sudah cukup banyak caleg gagal yang strees, jadi jangan ikut memenuhi RSJ gara-gara anda juga strees!

4. Tidak mau membaca
Tidak mungkin orang tanpa membaca akan jadi seorang penulis! Ya, untuk itu, jangan buang waktu anda untuk bermimpi jadi penulis kalau tidak mau membaca. Atau lagi-lagi anda akan menyia-nyiakan waktu untuk menunggu buah durian tidak akan berduri lagi.

5. Egois (keras kepala)
Kebiasaan orang cenderung menganggap karyanya sudah bagus. Dan tidak mau menerima masukan dari orang lain. Sok pinter. Ini banyak terjadi pada orang yang bermimpi untuk berprofesi menjadi seorang penulis. Ya, biasanya mereka karena terprofokasi oleh pelatihan-pelatihan menulis yang menumbuhkan semangat gila. Muluk-muluk tentang bahwa menulis bisa kaya. Kaya hati, kaya ilmu, kaya uang kalau diterima masyarakat karyanya. Dan catatan buruknya, dalam pelatihan itu untuk menjadi seorang penulis yang perjuangannya sangat berat tidak diberikan.

Karena pikiran mereka yang sudah mengawang akan manjadi sukses sebentar lagi, jadi buta melihat karya yang dihasilkannya. Seolah tidak ada cacat. Makanya kalau dikirim ke media, trus media meminta untuk direvisi kalau mau diterbitkan. Mereka tidak mau. Karena keegoisannya terhadap karya. Karena keras kepala seolah dia yang lebih tahu segalanya tentang karya.

Dan jika tetap bermimpi untuk berprofesi sebagai penulis dengan keras kepalanya! Tunggulah mereka, pasti akan menyesal telah menyia-nyiakan waktu banyak sampai ia sadar pada akhirnya. Teman-temannya sudah menjadi orang sukses. Tapi dia masih pengangguran sukses!

Butuh kerendahan hati untuk berprofesi menjadi seorang penulis! Mau menerima saran. Dan mau memperbaiki diri. Bukan membenci yang mengkritik karyanya!

6. Tidak mau belajar
Sudah egois! Tidak mau belajar lagi dalam berkarya. Ikut pelatihan menulis ogah! Baca buku cara menulis, ogah! Maunya hanya mengajari orang menulis! Sok tau!

Mungkin anda bisa mempertimbangkan sendiri, apakah orang macam ini akan bisa menjadi penulis? Berprofesi menjadi penulis dan bisa makan tiap harinya dari menulis?!

Ya, Tuhan Maha Adil. Kalau ada yang lebih patut untuk ditolong, ngapain nolong orang macam ginian bukan?

7. Tidak mau mengirimkan naskahnya ke media
Yang lucu, ingin berprofesi menjadi seorang penulis. Tapi tidak mau mengirimkan karyanya untuk diterbitkan di media. Ada juga orang macam ginian. Ya, apakah ini bukan mimpi? Ini bukan sekedar mimpi. Tapi, ia telah terlelap dan mengigau!

So, semoga Tuhan meluruskan niatnya! Sehingga ia ditolong dari kesengsaraan untuk tetap ingin jadi penulis!

8. Tidak mau bekerjasama dengan penerbit (media)
Penulis eksis harus bersandingan dengan penerbit. Bekerjasama baik. Penerbit membutuhkan naskah untuk diterbitkan. Atau sebuah PH membutuhkan naskah scenario untuk ditayangkan. Sedangkan penulis membuat naskah untuk diterbitkan dan ditayangkan.

Keduanya saling membutuhkan. Untuk itu, harus terjalin kerjasama yang baik. Jika, tidak ada kerjasama… ya, jangankan menjadikan menulis sebagai profesi, yang hasilnya akan digunakan untuk tumpuan hidupnya. Untuk yang menulis sebagai iseng-iseng cari uang tambahan aja… tentunya akan sangat sulit.

Jadi, jangan berpikir untuk berprofesi menjadi seorang penulis. Atau justru menyia-nyiakan usia anda!

Atau anda akan ngotot untuk menerbitkan karya anda sendiri? Ya, memang ide seperti ini sekarang sering digembor-gemborkan dalam pelatihan. Berpikirlah realis. Untuk melakukan itu, butuh keahlian lain yang harus dimiliki. Dalam proses pencetakan naskah, marketing, distributor, dsb. Jika, nulis aja anda sudah tidak bisa kompromi dengan penerbit. Apakah anda masih yakin naskah anda bisa berkompromi dengan pasar?

9. Tidak mau berproses
Karena melihat Andrea Hirata yang sukses besar dengan Laskar Pelangi-nya. Membuat mimpi anda semakin melambung. Wah, anda akan menjadi orang seperti Andrea. Karena anda terlelap dengan mimpi. Anda jadi lupa diri.

Karena naskahnya merasa keren. Dijuallah mahal kepada media. Ditolak deh. Atau kalau udah ditolak, males deh nulis! Atau diterima, dengan harga standart. Trus, diminta revisi naskah. Anda nggak mau!

Jika macam seperti ini tipikal anda! Lebih baik, niat untuk berprofesi menjadi penulis. Buru-burulah digugurkan. Atau akan lebih menderita lagi dengan kasus-kasus tidak mengenakkan diri anda!

Menulis butuh proses panjang. Seorang penulis sukses, telah melewati getir pahitnya menjadi seorang penulis. Dan anda pun jika ingin menjadi penulis. Juga harus melewati getir pahitnya prose situ juga. Kalau tidak mau, lebih baik urungkan niat anda! Anda tidak cocok untuk jadi penulis!


10. Tidak mau menganalisa
Kekuatan untuk tetap eksis dalam dunia kepenulisan adalah inovasi dan kreatifitas. Dan untuk itu, kita butuh analisa. So, kita harus menyesuaikan kira-kira pasar akan bisa menerima naskah kita atau tidak? Apa yang dibutuhkan masyarakat kita saat ini?

SO.....JADI GIMANA..????
ANDA YANG MEMILIH SENDIRI..
DAN ANDA YANG MENENTUKAN BAHWA ANDA DIKATAKAN BISA ATAU TIDAK...
SO..
WHAT DO U THINK ABOUT THAT..?????????

Jumat, 11 September 2009

MUSUH BEBUYUTAN BAGI PENULIS PEMULA...

Ada beberapa musuh nyata dalam diri para penulis pemula yang berawal dari dalam dirinya sendiri.

1. Takut ditolak.

Setiap penulis pemula merasa selalu takut karyanya ditolak, dengan artian takut gagal. Padahal untuk menuju gerbang sukses, kita harus mampu melewati yang namanya kegagalan. Begitu banyak orang yang siap berhasil, tapi hanya sedikit yang siap untuk gagal. Patut diingat dan direnungkan, penulis-penulis yang ternama sekarang juga pernah merasakan bagaimana karyanya ditolak, so, bukan kita yang pemula saja yang merasakan.

Ditolaknya tulisan di sebuah media bukan berarti tulisan itu jelek, mungkin saja media itu tidak cocok dengan tema, dan gaya bahasa yang kita buat tetapi di media lain bisa jadi tulisan kita dimuat. Untuk mewujudkan diri menjadi penulis terkenal perlu proses. Kupu-kupu yang cantik pun perlu bermetamorfosis secara betahap untuk menjadi indah dan dikagumi banyak orang. Mengapa kita manusia sebagai ciptaan Allah yang sempuna, tidak bisa? So, don’t worry.

2. Minder

Seperti gadis ABG yang selalu bertanya, cantikkah saya? Selalu mematut diri di cermin agar yakin diri ini layak untuk dilihat orang terutama sang jejaka. Itu jugalah yang terjadi pada penulis pemula. Minder dengan kualitas naskah yang dihasilkan. Padahal jelek dan tidak bagus itu hanyalah perasan semata. Seperti wajah, tulisanpun relatif, sesuai dengan minat orang yang melihat atau membaca. Jawaban jelek atau bagus itu tergantung. Jika jelek tulisan maka koreksi yang bagus untuk kita. Ibarat wajah bisa di make over. Nah dalam tulisan pun begitu.

Biarkan semua orang atau teman-teman membaca tulisan yang telah dibuat. Semakin banyak proses perbaikan, semakin kaya pengetahun, maka tulisan menjadi lebih layak untuk kita kirim ke media. Dan untuk bertemu dengan orang-orang yang care dengan tulisan kita salah satunya bergabung dengan komunitas kepenulisan. Why not.

3. Membesar-besarkan masalah

Ini yang lebih berabe. Membesar-besarkan masalah. Maksudnya begitu banyak alasan yang menunda-nunda kita untuk bisa menjadi penulis.

Saya tidak bisa menulis karena rumah bising, saya sibuk nanti sajalah, saya tak punya komputer, saya menulis nanti saja setelah tamat sekolah.

Begitu banyaknya alasan yang membuat kita belum juga menggerakkan tangan untuk menulis meskipun ide bertebaran di kepala.

Gola Gong bertangan satu tetapi tetap produktif menulis, anggota FLP Hongkong adalah para pembantu tetapi masih bisa menulis. Mereka menulis pada saat-saat kosong mereka meskipun di kamar mandi atau saat lampu dipadamkan. Ingatlah selalu pesan Jonru berikut: Hadirkan motivasi di hati anda, maka semua masalah di atas tak ada artinya sama sekali.

4. Dikritik lalu mati

Mental. Ini yang harus disiapkan oleh seorang penulis pemula terutama yang sudah bergabung dengan komunitas penulis. Dikritik langsung mati, itulah yang sering terjadi. Orang ditembak saja tidak ada yang langsung mati. Amrozi saja harus ditembak beberapa butir peluru di jantungnya baru mati. Oups agak sedikit nyleneh. Dikritik adalah suatu hal yang biasa dalam menulis. Jika tulisan kita tidak dikritik berarti teman-teman yang menjadi pembaca tidak sayang pada kita. Karena cinta dan demi kemajuan kita itulah mereka mengkritik agar ada kemajuan terhadap karya kita selanjutnya. Don’t be afraid.

5. Tidak sabaran

Smua orang mencapai tangga atas itu selalu dari bawah. Dalam menulis, juga di mulai dari awal dan bertahap, kuncinya adalah kesabaran. Dalam setiap aktivitas apapun kita harus sabar, termasuk dalam menulis. Tidak ada segala sesuatunya yang instan. Mie instan pun dikerjakan juga bertahap, dari rebus air dulu, tidak bisa langsung jadi. Apalagi menulis. Semua kesuksesan itu perlu proses. Jika hari ini naskah ditolak bukan berarti esok harinya juga. Jika Thomas Alva Edison tidak sabar dalam percobaannya membuat lampu sampai yang ke seribu mungkin kita tidak akan terang benderang seperti ini. Take it easy, man.

6. Malas berusaha.

Semua bidang apapun akan dihinggapi penyakit “M” ini. Tidak hanya penulis saja. Kesuksesan tidak akan pernah menghampiri sang pemalas. Ingat sajalah, kalau kita malas menyuap nasi ke mulut mana mungkin nasi itu masuk. Itu hal sepele, baru tentang makan. Hal ini yang harus dihilangkan, sepersti tips yang diberikan Bang Brur (Ahmad Mabruri[ii]) pada saat saya ikut pelatihan jurnalistik, hal senada juga diutarakan Helvi Tiana Rosa juga beberapa orang penulis ternama lainnya, kunci sukses untuk menjadi penulis adalah:

1. menulis,

2. menulis, dan

3. menulis.

Mulailah menulis meskipun hanya satu paragraf setiap hari. Mulailah dengan pengalaman yang terjadi di sekitar kita, berikan pendapat-pendapat singkat dengan kalimat sederhana.

Jadi, usirlah musuh yang ada dalam diri para penulis pemula, termasuk saya, dan mungkin juga anda.

Selasa, 08 September 2009

Dibalik Gelapnya Perasaan Seribu Kegagalan

HIDUP ADALAH KEHIDUPAN,TIDAK SEMUANYA HARUS BERJALAN SESUAI KEINGINAN....namun dari kegagalan mengantarkan seribu jalan kesuksesan untuk kehidupan kita.jadi hanay orang ynag takut gagal ornag yang tidak mempercayai kehidupan dan masa depan.so,kita sebagai manusia harus terus berusaha dan semangat.


Sejarah membuktikan, sukses adalah hasil kerja keras, upaya untuk terus memperbaiki kesalahan, terus bangkit lagi dan pantang menyerah. Jika anda merasa gagal dan mulai putus asa, ingat saja riwayat tokoh besar berikut:



1. Isaac Newton
Salah satu ilmuwan terkemuka dunia, ahli matematika Inggris terbesar untuk zamannya. Terkenal dengan karyanya pada optik dan teori gravitasi. Padahal di masa kecilnya, ketika sekolah dasar, nilainya sangat buruk sampai gurunya bingung, bagaimana cara memperbaikinya.




2. Ludwig von Beethoven
Salah satu komposer terbesar dalam sejarah dunia. Sebelum memulai kariernya, guru musiknya mengatainya komposer yang tak punya masa depan. Selama kariernya, ia kehilangan pendengaran, tapi tetap bisa menghasilkan musik yang indah.



3. Abraham Lincoln
Menerima pendidikan formal tidak lebih dari 5 tahun. Di masa dewasa, mengalami 12 kali kegagalan besar sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke -16.




4. Thomas Alfa Edison
Dianggap penemu terbesar dalam sejarah, memegang 1.093 hak paten atas namanya. Di masa kecil, gurunya mengatainya terlalu bodoh untuk belajar apa saja dan mengirimnya pulang ke rumah. Ia melakukan lebih dari 9.000 percobaan sebelum akhirnya menemukan bola lampu pijar.



5. Albert Einstein
Dianggap sebagai ilmuwan terpenting abad 20, penerima 2 hadiah Nobel untuk Fisika. Di masa kecilnya, orangtuanya mengira Einstein cacat mental. Nilainya di sekolah dasar sangat buruk sampai gurunya menyuruhnya berhenti sekolah dan berkata kepada Einstein, “kamu tak akan bisa belajar apa saja.”



6. Winston Churchill
Salah satu pemimpin terpenting Inggris dan dalam sejarah dunia. Dalam jajak pendapat BBC di tahun 2002 untuk memilih 100 orang terbesar Inggris, Churchill menempati urutan pertama. Di masa kecilnya, ia gagal di kelas 6 sekolah dasar. Tapi Churchill pantang menyerah. Ia belajar lebih keras dan akhirnya terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris pada Perang Dunia II.



7. Walt Disney
Produser film, sutradara, penulis skenario, aktor suara dan animator, pendiri perusahaan produksi Disney yang kini terkenal sebagai The Walt Disney, memulai bisnis di garasi rumah. Perusahaan produksi kartun pertamanya bangkrut. Dalam konferensi pers pertama, seorang wartawan mengatainya tak punya ide bagus untuk produksi film.
7. Walt Disney
Produser film, sutradara, penulis skenario, aktor suara dan animator, pendiri perusahaan produksi Disney yang kini terkenal sebagai The Walt Disney, memulai bisnis di garasi rumah. Perusahaan produksi kartun pertamanya bangkrut. Dalam konferensi pers pertama, seorang wartawan mengatainya tak punya ide bagus untuk produksi film.


8. Soichiro Honda
Ditolak ketika melamar di Toyota Motor Corporation sebagai insinyur. Ia menganggur terus sampai tetangganya mulai membeli skuter buatan rumahnya. Sesudah itu, ia mendirikan perusahaan sendiri, Honda. Saat ini, Honda adalah salah satu produsen otomotif terbesar di dunia, mengalahkan GM dan Chrysler.



9. Akio Morita
Pendiri perusahaan alat listrik raksasa, Sony Corporation. Produk pertamanya, rice cooker, hanya terjual 100 unit. Saat ini, Sony termasuk salah satu perusahaan elektronik terbesar di dunia



10. Steven Spielberg
Sutradara terkemuka Amerika yang meraih 3 Academy Awards, juga terkenal sebagai sutradara yang filmnya paling sukses. Di masa mudanya, Spielberg DO dari sekolah menengah pertama. Ia dibujuk sekolah lagi dan dimasukkan ke kelas anak-anak terlambat mental. Sesudah sekolah sebulan, dia DO lagi untuk selamanya.



11. Bill Gates
Pendiri Microsoft, orang terkaya di dunia selama satu dekade terakhir, dropout dari Harvard University.


(Sumber: Tabloid Aura)
http://komplit.wordpress.com/2008/09/05/tokoh-terkenal-dunia-yang-pernah-dianggap-gagal-besar/

Minggu, 06 September 2009

DIBALIK KEAJAIBAN DARI SEORANG PENULIS SEJATI

JADI PENULIS MEMANG BUTUH PERJUANGAN,tapi saya rasa bukan penulis saja yang butuh perjuangan akan tetapi kehidupan dan semua yang anda cita-citakan.jadilah apa yang anda inginkan dan teruslah bercita-cita sampai mimpi anda tercapai...apapun itu maka gapailah,dan buatlah hidupmu menjadi kebaikan dan berwarna serta bermanfaat bagi orang didekatmu dan orang banyak.semangat selalu......
(gita eva oktavia kiehll)
FB:kaatibukhti@yahoo.com

Jadi, anda bermimpi menjadi penulis terkenal? Anda ingin menyelesaikan sebuah artikel di selembar kertas secepat mungkin dan melihatnya dimuat di suatu media cetak. Anda memiliki ide yang luar biasa untuk sebuah buku dan anda akan memulainya sekarang. Tapi tahukah anda bagaimana sebenarnya kehidupan riil seorang penulis? Bacalah untuk menemukan jawabannya?

1. Penolakan adalah bagian dari hidup. (Tulisan)anda bakal ditolak. Tak peduli seberapa bagus (tulisan) anda, seberapa ciamiknya teknik (menulis) anda, atau sedetil apapun tulisan anda. Suatu hari, anda bangun dari tidur dan menemukan penolakan (dari penerbit) melalui surat. Janganlah patah arang. Hal ini terjadi pada setiap penulis.

2. Penulisan ulang (rewriting) pasti terjadi. Tanpa peduli sebagus apapun kosakata yang anda pakai, sebagus apapun materi tulisan anda, pasti akan datang suatu ketika, manakala seorang editor meminta anda menulis ulang naskah anda. Sebenarnya, itu berarti sang editor menyukai karya anda, namun butuh anda memoles kembali sejumlah detail yang ia butuhkan.

3. Deadline pasti anda jumpai. Taat deadline merupakan bagian penting dalam karir (menulis) anda.Luput satu deadline, dapat dipastikan bahwa anda
kehilangan kesempatan untuk menulis di penerbit tersebut. Waspadalah, jangan mengambil terlalu banyak (pesanan tulisan) yang tidak mampu anda rampungkan.Ini akan menurunkan reputasi anda dan membuat anda tampak tidak profesional.

4. Kebuntuan Penulis (Writer's Block) bukan mitos. Writer's block adalah realitas. Suatu hari anda terbangun dari tidur dan mendapati bahwa diri anda
sedang tak mampu lagi menulis. Santai. Itu cuma sebuah fase. Tingkatkan motivasi anda, dan anda akan kembali pulih tanpa memakan waktu lama.

5. Lakukan selingan, lakukan selingan, lakukan selingan. Jika anda bekerja di rumah, anda memiliki kemudahan untuk melakukan kegiatan selingan. Anak anda butuh makanan, pakaian kotor perlu dicuci, anda butuh secangkir kopi. Dan ketika semua telah dirampungkan, telepon berbunyi. Itu mungkin telepon dari suami atau istri anda, yang mengingatkan anda agar tak lupa hal-hal yang perlu dikerjakan.

6. Tak dapat dilakukan tanpa "thesaurus" atau kamus. Tak peduli sebetapa bagus daftar kosakata yang anda kuasai atau betapa kocaknya gaya penulisan anda. Faktanya dalam kehidupan menulis anda membutuhkan "thesaurus". Bakal ada saatnya anda terlalu sering menggunakan kata yang sama, atau sulit menemukan ungkapan yang lebih baik. Saat itulah anda memerlukan thesaurus.

7. Anda tak mungkin dapat menyenangkan semua orang. Setiap orang berbeda. Lusinan orang yang akan mengapresiasi pekerjaan anda. Ada juga orang yang akan merobek karya anda dengan kritik pedas mereka. Belajarlah mengambil hal-hal baik dari hal-hal buruk.

8. Perlu kesabaran yang luar biasa. Banyak editor yang aneh. Para editor membutuhkan waktu mereka, dan kita butuh kesabaran kita. Jangan meminta jawabansehari setelah kita mengirimkan pengajuan. Kesempatan membutuhkan waktu.

9. Uang tidak datang dengan mudah. Dalam dunia penulisan, uang tak datang semudah di dunia kerja yang lain. Anda mungkin menulis lusinan artikel setiap
minggu, dan berharap banyak akan sejumlah uang akan datang darinya. Atau, anda mungkin berharap buku anda akan melampaui target yang anda perkirakan. Anda tidak pernah tahu, ini cuma dalam angan-angan, namun tidak setiap orang bisa menjadi Stephen King. Dan anda berpeluang untuk belajar menjalaninya bersama fakta bahwa tak akan ada film (movie) dibuat berdasarkan novel pertama anda.

10. Jalan Penulis itu panjang dan keras. Jalannya bergelombang, dan bakal ada saatnya dimana anda merasa ingin menyerah. Tapi tujuan akhir merupakan sebuah kepuasan. Jangan biarkan jalan itu menghalangi anda dari mimpi yang anda bangun. Dan, jangan pernah menyerah.

Jumat, 04 September 2009

Penulis Dunia: Leo Tolstoy (1828-1920)

Leo Tolstoy lahir di desa kecil Yasyana, Polyana, pada tanggal 28 Agustus 1828. Terlahir dengan nama asli Lev Nikoyevich Tolstoy sebagai putra keempat dari pasangan Nikolay Ilych Tolstoy dan Maria Nokolayevna. Ia sudah menunjukkan bakat menulis sejak berumur dua belas tahun dengan karya sastra pertamanya, sajak “Untuk Bibi Terkasih”.

Kegiatan tulis-menulis Tolstoy dimulai pada tahun 1951. Pengalaman semasa di angkatan perang terungkap dalam karya-karya pertama Tolstoy yang semakin hari semakin mendapat pujian dari beberapa kritisi terkenal. Dua tahun kemudian, Tolstoy mulai mempersiapkan sebuah karya Perang dan Damai. Salah satu bentuk persiapan itu berupa partisipasi aktif sebagai tentara memerangi pasukan Turki. Walaupun hanya sebentar, keterligatan Tolstoy dalam peperangan cukup member bekal yang memadai untuk melahirkan karya fiksi mengenai kehidupan seorang tentara. Salah satu cerita panjang terbaiknya dari periode ini adalah Dua Prajurit Berkuda.

Lebih dari sekadar melontarkan kritik atau mengangkat tema-tema kerakyatan, Tolstoy melangkah jauh ke depan dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain di masanya. Ia melepaskan gelar kebangsawanannya, melakukan aktivitas seperti konsep kadesi, menerbitkan majalah sastra budaya, serta merenovasi kembali sekolah yang didirikannya di Yasnaya Polyana pada tahun 1862. Tolstoy bahkan mengidentifikasikan dirinya sebagai petani Rusi biasa. Selain itu, ia pun mulai menerbitkan buku-buku tipis dengan harga murah agar terjangkau oleh kantong rakyat biasa. Dapat dikatakan bahwa terjadi perubahan besar-besaran pada diri Tolstoy. Sejalan dengan hal itu, karya-karya Tolstoy semakin terasa menggigit dan bakat menulisnya pun semakin menonjol walaupun untuk menghasilkan suatu karya, kadang-kadang ia memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

Namun yang pasti, Leo Tolstoy memang memiliki pemikiran-pemikiran yang hakiki, bahkan kadang-kadang progresif tentang kebijakan, cinta, kemasyarakatan, maupun keagamaan untuk ukuran zamannya ketika itu. Sayangnya, tidak semua karyanya sempat diselesaikan. Akan tetapi, dari sejumlag kreasinya, Tolstoy tetap membuktikan dirinya sebagai master of thinking handal.

Pengamatan Tolstoy terhadap perilaku manusia, khususnya wanita, cukup mengejutkan juga. Bahkan dalam beberapa karyanya, tema wanita ia angkat menjadi tema sentral, terutama yang menyangkut masalah status sosial dan pergeseran nilai-nilai kewanitaan yang berlaku. Pernikahan yang tanpa dilandasi cinta melainkan status sosial semata, konflik-konflik keluarga akibat desakan serta tuntutan zaman, serta situasi tragis yang sering melanda kehidupan keluarga modern mendominasi karya ulung Tolstoy lainnya, yaitu Anna Karenina.

Dalam Anna Karenina, Tolstoy seakan-akan meneropong perkawinan Anna dan Karenin yang tidak didasari oleh cinta. Terjalinlah jalinan percintaan gelap Anna dengan seorang pemuda lain. Karenin yang terkungkung oleh status kebangsawanannya tidak menginginkan perceraian sekalipun Anna sudah hidup bersama dengan kekasihnya secara tidak sah. Ternyata keputusan Anna tersebut tidak membuahkan kebahagiaan. Untuk mengakhiti konflik psikologisnya yang sudah sedemikian rumit, Anna memutuskan untuk bunuh diri.

Sejak menyelesaikan karyanya, Perang dan Damai, pada tahun 1870, Tolstoy mengalami krisis kejiwaan mengenai ketuhanan. Ia menjadi lebih perasa dan sangat moralis. Ia juga mnejadi pembenci dan pengecam semua aliran seni. Ia sangat menjadi asketis. Ia menyerahkan semua kekayaannya untuk kaum miskin hingga berselisih dengan istrinya, Sophia Andreyevna. Ini yang membuat keduanya kemudian berpisah. Tak hanya sampai di situ, ia juga menjadi vegetarian dan berpakaian tak ubahnya kaum pengembara. Bahkan ia juga menolak institusi gereja dan pemerintah.

Pada saat-saat terakhir penyelesaian Anna Karenina, Tolstoy berhasil mengatasi krisis religiusnya, seperti tergambar pada karya tersebut. “Arti hidup, termasuk kehidupan itu sendiri, hendaknya disesuaikan dengan kebaikan batin seseorang, sebab hanya melalui kepercayaan terhadap perasaan hati dan taat pada ajaran keagamaan, seorang dapat menemukan kebahagiaan yang wajar,” demikian pendapat Tolstoy. Pandangan seperti itu terasa semakin menarik untuk disimak sebab diketengahkan oleh seorang Tolstoy.

Pada tahun 1910, kesehatan Tolstoy makin memburuk, ia kerap bertanya tentang istrinya, Sophia, namun anak-anaknya kerap mengalihkan pertanyaan itu. Padahal saat-saat itu Sophia sebenarnya telah tinggal di depan rumahnya, merasakan kesakitan yang sama. Namun pada tanggal 5 Nopember 1920, setelah beberapa kali gagal jantung, mautpun akhirnya menjemput penulis besar itu.

TIPSSS UNTUK PENULIS SEJATI.....

10 tips menjadi penulis "berkelas dunia"...
1. Mulailah menulis
2. Menulislah Berita singkat
3. Menulislah ketika tidak ingin menulis
4. Menulis sekali lagi
5. Biasakan menulis sebelum tidur.
6. Perbanyak menulis setiap hari
7. Menulislah secara cepat
8. Menulis setiap saat
9. Menulis secara teratur
10. Teruskan Menulis

Bagi para penulis pemula nans ejati,,menerbitkan buku itu gampang lhoo........
mau tahu caranya..????
inilah ......

Prosedur pengiriman naskah ke penerbit.

Mempelajari karakter penerbit.

Kelengkapan naskah (unsur-unsur apa sajakah yang harus dikirim kepada penerbit?)

Peluang penulis pemula.

Apa yang bisa dilakukan penulis dalam masa tunggu?

Masalah honor atau royalti atas buku Anda yang diterbitkan.

Perjanjian penerbitan buku. Apa saja yang perlu Anda ketahui? Semua ada di sini, lengkap dengan contoh surat perjanjian penerbitan.

Kiat memilih penerbit.

Seluk beluk self publishing (terbitkan sendiri buku Anda!)

Pendanaan penerbitan buku.

Proses penerbitan buku.

Menentukan dan mendongkrak nilai jual buku Anda.

Kiat memilih percetakan.

Seputar perizinan, ISBN dan penamaan penerbit.

Seluk-beluk pengurusan ISBN.

Dan masih banyak lagi!



selamat mencoba untuk semuanya.......
:)
semoga bermanfaat yahhh
salam taaruf dari
gita eva oktavia kiehll
facebook:kaatibukhti@yahoo.com




KAHLIL GIBRAN BHIOGRAPHY...

Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.

Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di New York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang meyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 "Broken Wings" telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh "Broken Wings" terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.

Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Syria yang tinggal di Amerika.

Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Sebelum terbitnya "Sang Nabi", hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.

Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "Sang Nabi". Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.

Gibran menyelesaikan "Sand and Foam" tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun 1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan ibadah.

Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, "Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku."

Bahan dirangkum dari:
Buku : 10 Kisah Hidup Penulis Dunia
Judul : Khalil Gibran
Editor : Anton WP dan Yudhi Herwibowo
Penerbit : Katta Solo, 2005
Halaman : 63 - 70